Nurturing natural talents

-->

Menghadapi Anak Yang Menangis Saat Ditinggal di Tempat Penitipan Anak

 

      Anak dilahirkan dengan derajat kemampuan sosial, emosional, dan keinginan bergerak yang berbeda. Seorang anak dengan kemampuan sosial yang tinggi, juga memiliki emosi positif dan keinginan gerak yang tidak terlalu tinggi. Bahasa mudahnya adalah anak jenis ini lebih mudah menyesuaikan diri dalam beragam situasi dan orang baru. Sebaliknya, ada juga anak yang kesulitan untuk menyesuaikan diri dalam beragam situasi dan orang baru, termasuk menjadi sangat takut jika hendak dititipkan pada tempat penitipan anak.

     Mungkin Anda merasa bersalah saat anak menangis sejadi-jadinya saat Anda meninggalkannya di tempat penitipan anak. Namun, Anda dapat mengatasi rasa bersalah Anda, serta menumbuhkan sikap konsisten dan peka terhadap buah hati Anda.

      Hal yang dapat Anda lakukan jika setiap hari Anda harus pergi ke tempat penitipan anak untuk menitipkan anak Anda adalah dengan berbicara pada anak dengan intonasi suara yang netral atau positif. Bicara pada anak saat dalam perjalanan menuju tempat penitipan anak. Isi pembicaraannya tentang hal spesifik yang akan dilakukan bersama pada hari itu. Misalnya “Kita sedang mengemudi menuju tempat penitipan anak. Setelah itu kita akan turun dari mobil dan berjalan bersama menuju kelas. Lalu Mama/Papa akan membantumu untuk melepas jaketmu dan memberi pelukan hangat dan ciuman. Lalu mama/papa akan menjemputmu saat makan siang dan kita akan naik mobil bersama menuju rumah.”

     Saat anak mulai menujukkan tanda-tanda ketakutan, Anda dapat dengan percaya diri memberikan tanggapan dengan mengedepankan empati dan sensitivitas. Jika anak punya mainan atau objek favorit yang dapat membuatnya merasa nyaman, ijinkan anak untuk membawanya ke tempat penitipan anak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *